Sudah bulan Juni. Dan aku kembali ke blog ini untuk melihat beberapa tulisan yang ku tulis sendiri bulan Maret lalu, saat aku masih banyak menghabiskan waktu di rumah karena belum mulai bekerja.
Sudah banyak yang terjadi meskipun baru beberapa bulan. Tahun 2023 ini rasanya cepat sekali, sepertinya baru kemarin aku mendengar suara petasan dan kembang api di malam tahun baru di kosan, sendirian. Sepertinya baru kemarin aku mengira hubunganku dengan ka Helmy akan berhenti sebelum malam pergantian tahun, mengira tidak akan ada lagi momen-momen menyenangkan setelah itu. Sepertinya baru kemarin aku melewati hari-hari perpisahan dengan teman-teman di Patikraja.
And here I am. Sudah mulai bekerja di instansi yang baru di Ungaran, dengan lingkungan kerja yang baru dimana aku belum bisa sepenuhnya terbiasa dan beradaptasi dengan baik. Setelah menghabiskan beberapa bulan untuk beristirahat sebelum memulai bekerja lagi, akhirnya aku mulai bekerja di awal Mei. Aku pikir aku bisa lebih cepat beradaptasi di lingkungan baru ini, mengingat umur yang sudah tidak muda lagi, sudah cukup banyak pula pengalamanku (menurutku) untuk bersosialisasi dan berkoordinasi dengan orang-orang baru selama dulu bekerja di Patikraja. Memang dulu awal bekerja di Patikraja, aku juga menjadi super pendiam (dari yang semula memang pendiam, tapi ini lebih super). Tapi sekarang setelah mengingat semua hal yang pernah terjadi, aku dibuat bersyukur karena dulu diberi teman-teman yang baik dan ada "pembimbing" yang membimbing aku sejak awal masuk kerja. Aku juga sering menangis saat awal bekerja di sana, apalagi saat itu pandemi covid baru saja dimulai, ada banyak hal yang memaksaku untuk bisa segera cepat beradaptasi dengan keadaan yang terjadi. Ditambah lagi aku jauh dari rumah, jauh dari keluarga. Kalau dipikir-pikir, semua kondisi itu tidak lebih baik dari sekarang. Tapi pada akhirnya, aku bisa melaluinya, lalu lambat laun ada beberapa teman yang menjadi sangat akrab denganku, aku pun bisa merasa bekerja santai karena dibuat nyaman dengan orang-orang satu instansi. Dan aku rindu itu semua di tengah proses adaptasi dengan lingkungan baru di sini. Mungkin sekarang masih terasa berat, tapi nanti pasti akan ada lagi momen seperti dulu di Patikraja kan? Dimana aku bisa berdamai, terbiasa, dan kemudian merasa nyaman bekerja di sini. Semua pasti bisa dilalui kan?
Kemudian soal ka Helmy. Di penghujung tahun 2022, ada sedikit masalah yang sempat membuatku terpikir "oh, mungkin emang gini jalannya, mungkin emang sampe sini doang kali ya hubungannya dikasih jalan?". Tapi syukurlah setelah itu semuanya membaik, kami berusaha introspeksi diri satu sama lain, dan tentunya berusaha mengatur jadwal untuk bisa bertemu kembali. Di bulan Februari, aku sudah resign dari Patikraja, tapi masih tetap di Purwokerto hingga akhir Februari untuk jalan-jalan dan menikmati perpisahan. Lalu di bulan itu pula kami memutuskan untuk bertemu lagi, setelah terakhir bertemu di September 2022. Aku senang karena bisa melepas rindu meskipun sejenak. Yaaaa nggak bisa dibilang sejenak juga sih, karena pertemuan kali ini lebih lama dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, dan lebih berkesan. Kami banyak jalan-jalan, kami banyak mengobrol, dan banyak foto-foto! Biasanya cuma foto bareng mode selfie waktu mau pulang aja, hehe. Dan pertemuan terbaru adalah awal bulan ini, lebih tepatnya seminggu yang lalu. Ka Helmy ke Semarang! Pertemuan kali ini juga berkesan karena kami bisa melakukan hal-hal sederhana tapi jadi berkesan sekali karena dilakukan bersama! Seperti makan bersama, misalnya. Kami membeli bubur kacang hijau satu bungkus, untuk kemudian dimakan berdua. Atau malam hari membeli beberapa bungkus nasi kucing di angkringan, membeli 1 bungkus wedang tahu, lalu dimakan bersama. Atau makan soto seharga 8 ribu dengan lauk sate ayam dan mendoan. Dan kami tetap senang! Lebih senang lagi karena akhirnya aku bisa menggenggam tangannya waktu jalan-jalan. Entah kenapa berpegangan tangan bisa semudah itu memberiku kekuatan, dan tentunya kebahagiaan! Tapi yang sulit adalah waktu-waktu setelah pertemuan itu. Butuh waktu berhari-hari untuk kemudian bisa kembali berdamai dan menerima kenyataan bahwa kami kembali berjauhan. Butuh waktu berhari-hari untuk kemudian bisa kembali menyadari bahwa tangan yang ku genggam itu tidak bisa selalu ku genggam saat aku membutuhkannya. Butuh waktu berhari-hari untuk bisa menciptakan foto-foto selfie berdua. Dan bagian itu paling menyesakkan. Rasanya seperti harga semua kebahagiaan yang aku dapat saat bertemu ka Helmy, harus ditebus dengan kepedihan saat kembali berpisah dengannya. Terdengar berlebihan tapi itu yang benar-benar aku rasakan.
Lalu untuk hubungan dengan teman-teman di Patikraja, aku bersyukur karena sampai hari ini hubungan kami masih baik. Kami masih sering ngobrol via chat WA, atau saling bertukar video lucu di DM instagram, bahkan dengan mbak Marita dan dok Mei, hal itu masih kami lakukan hampir tiap hari! Menyenangkan juga masih bisa melihat kegiatan-kegiatan mereka di Patikraja via WA story, meskipun tidak jarang juga hal itu membuatku rindu dan ingin bisa segera main ke Purwokerto lagi untuk menemui mereka.
Yah, begitulah update hidupku per Juni ini. Aku pernah baca di suatu medsos, bahwa ketika kita bisa berdamai dengan takdir, maka semakin mudah hati kita untuk tenang. Aku sedang berusaha mengimplementasikan itu: berdamai dengan takdir. Apa yang tidak ku sukai, mungkin memang ini yang terbaik untukku. Dan jika Allah mengijinkan ini semua terjadi, aku yakin pasti akan ada pelajaran berharga yang bisa ku ambil di situasi sulit sekalipun.

Komentar
Posting Komentar