Langsung ke konten utama

Postingan

Jurnal Harian

Hari ini, aku akan memulai untuk menulis jurnal harian. Ide ini terinspirasi dari blogger favoritku (yang sekarang juga menjadi influencer ), Keriba Keribo, alias kak Kresnoadi. Di salah satu tulisannya di Karyakarsa, beliau bercerita bahwa ia memiliki sebuah kebiasaan di akhir tahun, yakni melihat kembali jurnal harian yang ia tulis selama 1 tahun terakhir. Dia menuliskan hal-hal apa saja yang dia lalui dalam sehari, yang penting maupun yang tidak penting, untuk kemudian ia lakukan rutin selama setahun, dua tahun, dan tahun-tahun berjalan berikutnya. Dengan kebiasaan itu, ia bisa mengingat moment2 dalam hidupnya. Ketika ia down  dan merasa hidup gini-gini aja, ia akan kembali dibuat bersyukur ketika melihat jurnal hariannya. Bahwa... pernah loh, hidupnya menjadi semenantang itu atau banyak juga moment-moment seru yang mungkin sempat ia lupakan. So, mulai hari ini, aku memutuskan untuk mengadaptasikan kebiasaannya. Jurnal hari ini akan ku buka dengan sedikit cerita mengenai film ...
Postingan terbaru

#6

Hari ini adalah hari ke-tujuh belas di tahun 2024. Libur tahun baru selama 3 hari sudah usai dan di sinilah aku sekarang, sudah berada di kantor dan kembali bingung harus melakukan apa karena belum banyak pekerjaan yang bisa ku kerjakan. Tetapi pikiranku sudah ramai lalu lalang seperti biasanya. Yah, ku rasa tahun baru tidak ada yang berbeda. Dariku, maupun dari orang-orang sekitarku. Orang-orang biasanya mengawali tahun baru dengan flashback bagaimana kehidupan mereka selama setahun di tahun 2023. Kalau kamu menanyakannya padaku, maka tahun 2023 adalah salah satu tahun paling berkesan untukku karena di tahun itu terjadi perubahan yang cukup besar di hidupku. Di tahun 2023, aku harus melepas pekerjaanku sebagai surveilans di puskesmas, tapi alhamdulillah setelahnya diberi pekerjaan baru sebagai aparatur sipil negara di tempat yang berbeda. Aku kehilangan teman-teman dekatku di puskesmas yang sudah ku anggap seperti saudaraku sendiri, tapi alhamdulillah setelahnya aku kembali menemukan ...

#5

Beberapa hari yang lalu, karena  stress  melihat rambut yang makin tidak terkendali rontoknya, aku memutuskan memotong rambutku sendiri. Hal ini bukan yang pertama kali aku lakukan. Kerontokan rambut ekstrem ini sudah aku alami sejak dulu, tapi sepertinya baru semakin parah dalam setahunan terakhir. Hasil potongannya tidak rapi, tapi ada perasaan lega ketika rambutku yang tadinya hampir sepunggung kini tinggal sebahu, bahkan lebih pendek. Aku biasanya tidak pernah menggunakan poni (meskipun dahiku cukup lebar dan terkadang membuatku tidak percaya diri karena itu). Tapi entah apa yang ku pikirkan, saat itu ku putuskan untuk menyisakan sedikit rambut (dari total rambutku yang juga sudah sedikit) untuk ku potong pendek sebagai poni. Saat semuanya selesai, aku tidak bisa menahan senyum ketika melihat hasilnya di cermin. Melihat bayanganku di cermin, membawaku menjadi banyak merenung. Poni menutup dahi yang sedikit terlalu pendek, rambut lurus yang lebih pendek dari bahu. Ketika ak...

#4

Sudah bulan Juni. Dan aku kembali ke blog ini untuk melihat beberapa tulisan yang ku tulis sendiri bulan Maret lalu, saat aku masih banyak menghabiskan waktu di rumah karena belum mulai bekerja. Sudah banyak yang terjadi meskipun baru beberapa bulan. Tahun 2023 ini rasanya cepat sekali, sepertinya baru kemarin aku mendengar suara petasan dan kembang api di malam tahun baru di kosan, sendirian. Sepertinya baru kemarin aku mengira hubunganku dengan ka Helmy akan berhenti sebelum malam pergantian tahun, mengira tidak akan ada lagi momen-momen menyenangkan setelah itu. Sepertinya baru kemarin aku melewati hari-hari perpisahan dengan teman-teman di Patikraja. And here I am . Sudah mulai bekerja di instansi yang baru di Ungaran, dengan lingkungan kerja yang baru dimana aku belum bisa sepenuhnya terbiasa dan beradaptasi dengan baik. Setelah menghabiskan beberapa bulan untuk beristirahat sebelum memulai bekerja lagi, akhirnya aku mulai bekerja di awal Mei. Aku pikir aku bisa lebih cepat berada...

#3

"Shaf-nya dirapatkan ya, corona nya udah ilang" Begitulah celetuk sang imam sholat, sesaat sebelum memulai sholat isya' berjamaah di masjid. Hari itu adalah awal bulan Ramadhan di tahun ini. Dan malam itu adalah malam pertama kami memulai sholat tarawih dan witir di masjid, mengawali Ramadhan 1444 H. Alhamdulillah, setelah 2 tahun tarawih sendirian di kos, di perantauan, akhirnya tahun ini aku bisa merasakan kembali tarawih berjamaah di masjid dekat rumah. Aku senang bisa kembali menjalani bulan Ramadhan bersama keluarga di rumah. Tidak lagi sendirian di kosan. Tidak lagi sendirian dalam sahur dan berbuka puasa. Masjid dekat rumah tidak banyak mengalami perubahan sejak sebelum aku merantau, sejauh yang aku ingat. Masjid ini besar dan nyaman. Ornamen kaligrafi yang indah terpatri panjang di dinding dalam masjid, di atas mimbar, dengan paduan warna cat hijau dan putih. Tepat di tengah ruangan, menjulur lampu gantung kristal yang cantik, menjadi center of interest  di antara...

#2

  Tahun 2023. Jika di tulisan sebelumnya aku masih sibuk dengan pikiran rumitku di kosan, sibuk dengan rasa rindu dengan keluarga dan teman-teman, saat ini keadaannya jauh berbeda. Ada banyak hal yang terjadi dan beberapa merupakan kejutan bagiku. Aku sudah tidak di Purwokerto. Akhir tahun lalu, aku sempat mengikuti serangkaian test untuk melamar pekerjaan di salah satu instansi di Kabupaten Semarang. Ada banyak pertimbangan tentunya mengapa aku memilih Kabupaten Semarang. Yang pertama, tentu karena ada kesempatan dan peluang di sana. Jadi yaa apa salahnya mencoba, kan? Selanjutnya, agar aku bisa lebih dekat dengan keluarga di rumah, yang kemudian diikuti dengan pemikiran: oh, sepertinya aku tidak perlu ngekos lagi dong? Harus kuakui, aku cukup kesulitan menyisihkan uang untuk menabung selama di perantauan. Selain karena penghasilanku yang tidak cukup besar, aku juga masih harus menggunakannya untuk biaya hidupku sehari-hari. Mulai dari bayar kosan, bayar listrik (yup, biaya kos be...

#1

Isi kepalaku masih ramai. Di saat seperti ini dan belum bisa tidur, terkadang aku bingung harus bagaimana. Membiarkan pikiran berseliweran sungguh mengganggu, terlebih di malam Senin seperti ini. Besok harus bangun pagi untuk kerja lagi, tetapi berusaha tidur pun sulit sekali. Dan aku ingat kalau ada blog yang sudah lama tidak ku gunakan. Here I am , berusaha menuliskan beberapa pikiran yang bisa aku tumpahkan lewat tulisan. Benar kata Pamungkas; nights are the hardest . Pagi hari hingga siang atau sore di jam kerja, pikiranku tidak terlalu menggangguku. Mungkin karena di kantor aku bertemu banyak orang, membicarakan banyak hal, mengurus ini-itu terkait pekerjaan, hingga tertawa bersama teman-teman mengenai apapun. Meskipun itu menguras tenagaku, tapi rasanya melalui hal-hal itu tidak terlalu sulit dibandingkan melalui malam-malam sendirian di kosan penuh dengan berbagai macam pikiran memenuhi kepala. Ada banyak orang yang aku rindukan. Terkadang aku rindu adik-adikku. Hampir dua tahun...